>Apa yang dibutuhkan pejalan (bag I)

>Apa yang dibutuhkan pejalan (bag I)

>
Sahabats…
Bersuluk sebaiknya mempunyai Bekal, agar tidak
tersesat di perjalanan. Kali ini kami sajikan nasihat
tentang Apa-apa yang kita butuhkan sebagai
seorang penempuh jalan spiritual (salik) yang
diberikan oleh Syaik Al-Akbar Muhyiddin Ibnu
Al-’Arabi ra. Naskah ini kami copy paste dari
Notes FB sahabat Dwi Afriyanti A. Semoga Allah
berkenan membalas dengan balasan amal shalih
bagi yang bersangkutan. Amin.
Semoga kita Allah mudahkan untuk
mengamalkannya…
SATU
Beriman kepada Allah Al-A’laa (Sang Maha Tinggi),
dan tiada satu makhluk pun baik tampak maupun
ghaib yang menyerupainya. Allah Sang Maha
Sempurna, tiada kekurangan apa pun; Beriman
kepada para utusan-Nya dan melaksanakan
pesan-pesan kebenaran yang mereka bawa baik
yang memiliki tafsir yang jelas maupun samar;
Beriman kepada al-quran, aturan-aturan, dan
keadilan Allah. Pernyataan-pernyataan yang
dikemukakan oleh para orang suci dan ayat-ayat
al-quran merupakan cara seorang pejalan untuk
memahami Keindahan atribut (Nama, shifat, af’al)
Allah. Cintailah keluarga Allah, terimalah visi misi
kebenaran mereka. Jangan berbicara dengan
maksud untuk menyerang mereka. Jangan
menghakimi seorangpun dari mereka.
Pandanglah mereka dengan pandangan
kesyukuran. Tunjukkan penerimaanmu kepada
para nabi dan orang suci atas karakter yang
membedakan kesempurnaan mereka satu sama
lain sebagai seorang manusia, dan tempat-tempat
suci mereka. Terima dan imani tingkah laku dan
kata-kata para orang suci, bahkan jika kau tidak
memahami maksud dari tingkah laku dan kata-
kata mereka dan mukjizat-mukjizat yang menjadi
atribut mereka.
Pandanglah keseluruhan ciptaan termasuk
manusia dengan pandangan yang baik: terima,
setujui, maafkan, layani, cintai. Berusahalah untuk
menyesuaikan dirimu dengan dunia. Dengarkan
kata hatimu. Bersihkan hatimu. Di dalam hati
yang bersih, berdoalah selalu untuk saudara-
saudara seimanmu. Tolong dan layani, sebanyak
dan sesering yang kau mampu orang-orang
yang mengalami kesengsaraan dan melarat
dengan kemiskinan mereka dan para pejalan.
Jangan mengharapkan keuntungkan, imbalan
sepadan, pemuliaan dan pemujaan atas
pelayananmu kepada makhluk. Jika ada yang
berterima kasih kepadamu, terimalah dengan
penuh kerendahhatian. Adalah kewajibanmu
untuk meringankan beban seseorang. Jika
seseorang yang engkau tolong membalasmu
dengan sesuatu yang menyakitkanmu, maka
tunjukkanlah kesabaranmu dan bersabarlah.
Ingatlah bahwa Allah beserta orang-orang yang
sabar.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah
beserta orang-orang yang sabar.” (TQS.2:153)
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar
dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Jangan habiskan kehidupanmu dengan sesuatu
yang sia-sia tidak berguna dan tiada usaha keras
untuk memperbaiki dirimu serta membuang
waktumu tanpa melakukan hal apapun/ tidak
bekerja/ menganggur. Sungguh, Pantulkan dan
ingatlah Allah (dzikrullah), bacalah al-quran sang
pembimbing menuju jalan yang terang.
Tolonglah orang-orang untuk meninggalkan
kejahatan dan serulah mereka untuk berbuat
kebajikan. Perbaikilah hubungan silaturahim.
Tolonglah orang-orang untuk menolong orang
lainnya juga.
Bertemanlah dengan teman-teman yang benar;
mereka yang akan memberikan dukungan
kepadamu dalam sebuah perjalanan berjama’ah
di atas kebenaran berdasarkan iman. Bersama
teman-teman yang beriman, maka benih iman
akan saling menumbuhkan sebuah pohon yang
disirami oleh air dan saling mencahayai satu
sama lainnya. Hati-hati berada bersama orang-
orang yang tidak mencari kebenaran dan yang
tidak mempedulikan pentingnya iman. Mereka
adalah musuh dari kebenaran yang egkau yakini.
Carilah seorang guru sempurna/ sejati/ mursyid
yang akan membimbingmu di atas Shirothol
Mustaqiim. Dalam pencarianmu, jujurlah, karena
kejujuran merupakan karakter utama seorang
pejalan sejati. Dengan kejujuran dan penuh
pencarian kebenaranmu, maka Tuhan akan
memanifestasikan atribut (Nama, shifat, af’al)-Nya
untuk membimbing perjalananmu dan akan
membimbingmu untuk menemukan seorang
guru yang sempurna/ sejati/ mursyid. Kejujuran
dalam diri seorang pejalan bagaikan sebuah
berkah dimana ketika ia ada, maka Allah akan
menghancurkan setan-setan, setan dalam diri
pejalan dan egonya melalui rasa dan perlakuan
pelayanan yang besar kepada-Nya. Kejujuran
bagaikan sebuah katalisator (pemercepat proses)
yang akan mengganti kejahatan menjadi emas
dan memurnikan segala sesuatu yang disentuh
olehnya.[]
Sumber: What the Seeker Needs, Muhyiiddiin Ibn
‘Arabi
Sumber Naskah:
Notes FB sahabat Dwi Afriyanti Arifyanto
Sumber Gambar:
1. http://t1.gstatic.com/images?
q=tbn:Pr-5aibY0uJy7M:http://onetruename.com/
ibn%27Arabi.jpg
2. http://t1.gstatic.com/images?
q=tbn:KM3Zha2wQBId6M:http://
ahmadsamantho.files.wordpress.com/2009/03/
ibn-arabi2.jpg

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s