Saudariku jangan gunakan lisan mu untuk melaknat!

Saudariku jangan gunakan lisan mu untuk melaknat!

image

Penulis: Ummu Salamah As- Suluni
Termasuk bagian dari kenikmatan
yang diberikan Allah kepada hamba –
Nya adalah lisan. Dengan lisan , kita
dapat mengungkapkan pikiran dan
perasan kita . Terkadang kita
menganggap sepele atau bahkan
melupakan perkara yang
berhubungan dengan lisan, sehingga
kita sering mendengar seseorang
yang mengucapkan sesuatu yang
tanpa disadari bisa menimbulkan
murka Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Lisan terkadang dapat mengantarkan
pemiliknya ke tingkat tertinggi apabila
lisan itu digunakan untuk kebaikan
atau diarahkan kepada apa yang
diridhai Allah Subhanahu wa Ta ’ala .
Namun lisan juga dapat
menjerumuskan pemiliknya ke tingkat
yang paling rendah , yaitu apabila lisan
digunakan untuk perkara yang tidak
diridhai Allah Subhanahu wa Ta ’ala .
Seorang mukmin senantiasa
diperintahkan untuk menjaga
lisannya. Allah Subhanahu wa Ta’ ala
berfirman yang artinya ,
“Sesungguhnya beruntunglah orang-
orang yang beriman , ( yaitu) orang-
orang yang khusyuk dalam shalatnya,
dan orang- orang yang menjauhkan
diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna .” ( QS. Al-
Mukminun: 1 -3 )
Menjaga lisan termasuk salah satu
kesempurnaan Islam seseorang ,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “ Sebaik- baik ( kualitas)
keislaman kaum mukminin adalah
orang yang kaum muslimin merasa
aman dari ( kejahatan) lisan dan
tangannya. Sebaik- baik ( kualitas)
keimanan kaum mukminin adalah
mereka yang paling baik
akhlaqnya… .. ” ( HR. Ath -Thabrani )
Sebagai seorang mukmin, penting
bagi kita untuk mengetahui apa saja
yang termasuk kejahatan lisan .
Diantara kejahatan -kejahatan lisan
tersebut adalah melaknat .
Apa itu melaknat ? Melaknat memiliki
dua makna , yaitu makna pertama
adalah mencela dan makna kedua
adalah mengusir serta menjauhkan
dari rahmat Allah . Melaknat bukanlah
perangai orang beriman , dari
‘Abdullah bin Mas’ud , Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seorang mukmin bukanlah orang
yang suka mencela dan bukan orang
yang suka melaknat serta bukan
orang yang suka bicara jorok dan
kotor. ” (HR . Al- Bukhari)
Banyak bahaya yang ditimbulkan
karena melaknat . Di antara bahaya
tersebut adalah tukang laknat tidak
dimasukkan dalam golongan para
syuhada dan tidak termasuk orang-
orang yang memberi syafa ’at disisi
Allah untuk memintakan ampun bagi
seseorang, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “ Orang
yang suka melaknat tidak akan
menjadi pemberi syafa ’at dan tidak
pula syuhada pada hari kiamat. ” ( HR.
Muslim )
Melaknat juga bukan sifat para
shidiqqun, disebutkan dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak sepatutnya bagi seorang
shidiqq menjadi pelaknat.” ( HR.
Muslim )
Lalu bagaimana jika seseorang
melaknat orang lain yang tidak berhak
untuk dilaknat? Jawabannya , laknat itu
akan kembali pada orang yang
melaknat . Dalam suatu hadits dari
Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu ,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “ Sesungguhnya seorang
hamba apabila melaknat sesuatu ,
niscaya laknatnya akan naik ke langit ,
maka tertutuplah pintu -pintu langit
hingga ia (laknat -ed ) tak dapat
masuk, maka kembalilah ia terhujam
ke bumi , akan tetapi pintu -pintu bumi
pun tertutup untuknya, maka ia
berputar- putar ke kanan dan kiri, dan
jika tak menemui jalan keluar (menuju
sasarannya), maka ia akan tertuju
pada orang yang dilaknat jika
memang ia pantas untuk dilaknat ,
akan tetapi jika tidak pantas, maka ia
akan kembali kepada orang yang
mengucapkan laknat tadi.” ( HR. Abu
Daud )
Kadang kita mendengar orang
berkata, “ dasar batu sial !” atau “ sial
kamu!”, kata- kata ini terdengar sangat
sepele, namun ketahuilah Saudariku,
bahwa kita dilarang untuk
mengucapkan atau melaknat sesuatu
tanpa adanya keterangan dari agama
bahwa sesuatu tersebut
mendatangkan kesialan. Selain itu , kita
juga dilarang melaknat angin,
binatang, ayam jago , waktu, serta
manusia tertentu, terutama seorang
mukmin karena hal tersebut termasuk
dosa besar. Tsabit bin Adh-Dhahhak
rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa
Nabi shallallahu ‘ alaihi wa sallam
bersabda, “ Barangsiapa melaknat
seorang mukmin maka seakan – akan
dia membunuhnya.” (HR . Al-Bukhari)
Lalu apakah ada laknat yang
diperbolehkan? Jawabannya ada,
yaitu melaknat pelaku kemaksiatan
dari kalangan kaum muslimin tanpa
menunjuk personnya . Karena Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
melaknat wanita yang menyambung
rambutnya dan yang minta
disambungkan rambutnya . Selain itu
boleh juga melaknat dengan
menunjuk orang terrtentu yang sudah
mati untuk menjelaskan keadaannya
pada manusia dan untuk
kemashlahatan syari ’ah. Adapun jika
tidak ada maslahat syari ’ah maka tidak
diperbolehkan karena, dari ‘ Aisyah
radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Janganlah kalian mencaci maki
orang-orang yang telah mati, karena
sesungguhnya mereka telah
mendapatkan balasan dari apa yang
telah mereka perbuat dahulu . ” ( HR.
Al-Bukhari)
Seorang mukmin hendaknya tidak
berkata kecuali yang baik.
Perkataannya adalah suatu kejujuran,
di samping sebagai perbaikan di
antara manusia , amar ma ’ruf nahi
munkar, doa, dan ketundukan kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ ala. Tidak
inginkah kita termasuk orang- orang
yang disebutkan dalam hadits
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
ini? “Barangsiapa menjamin untukku
apa yang ada diantara kedua dagunya
(lisan) dan apa yang ada diantara
kedua kakinya ( kemaluan) , maka aku
akan menjamin untuknya surga.” (HR .
Al-Bukhari)
Karena itu, marilah kita memohon
kepada Allah Ta’ala agar melindungi
kita dari kesalahan -kesalahan lisan kita
serta janganlah kita merasa aman
terhadap tipu daya lisan , agar kita
tidak binasa dalam neraka jahim dan
kerugian.
Maraji’:
1. Manajemen Lisan Saat Diam Saat
Bicara ( Husain al -Awayisyah )
2. Wahai Muslimah Dengarlah
Nasehatku, edisi revisi (Ummu
Abdillah Al- Wadi’ iyyah)
3. Tarjamah Riyadhus Shalihin ( Imam
Nawawi)
4. Dosa -Dosa yang Dianggap Biasa
(Syaikh Muhammad Shalih al –
Munajjid)

Posted with androidWordPress from my Android froyo phone

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s