Kyai Meruqyah, Jin Berakting–serial kisah ruqyah (3)

Kyai Meruqyah, Jin Berakting–serial kisah ruqyah (3)

Jin Berterus-terang–Tipu daya qorin

Syaikh Yasin berkata, “Telah datang kepadaku seorang pejabat tinggi negara dan berkata, ‘Aku ingin menyampaikan masalah yang sangat pribadi sekali.’ Aku berkata, ‘Silakan, jangan ragu-ragu, aku adalah saudaramu.’ Dia berkata, ‘Almarhum ayahku wafat delapan tahun yang lalu. Aku mohon engkau menghadirkan beliau karena ada sesuatu rahasia yang ingin aku ketahui.’ Aku berkata, ‘Wahai saudaraku, aku tidak mengira engkau mempercayai kuntilanak. Apakah kamu masih mempercayai bahwa ruh orang mati dapat hadir kembali setelah berada di tempat yang tidak diketahui kecuali oleh Allah?’ Dia berkata, ‘Aku mendapat berita dari orang lain, dan mereka berkata agar aku menemui engkau, Syaikh Yasin, karena pasti engkau akan menemukan solusi.’ Maka aku berkata:
Mahasuci Allah, ya Allah tiada daya dan kekuatan selain karena pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung. Ya Tuhanku, aku berlepas diri dari apa yang mereka katakan.
Tapi bolehlah, akan kulakukan apa yang engkau minta, dan nanti aku ingin berbicara denganmu.’
Kami masuk ke dalam kamar di rumahnya. Setelah membaca beberapa ayat al-Qur-an, aku panggil ruh ayahnya. Maka tidak lama terdengarlah ucapan salam kepada kamu. Lalu berlangsung dialog sebagai berikut:
Jin: Assalamu ‘alaikum, wahai anakku dan juga engkau Syaikh Yasin.
Syaikh: Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, kalau kamu seorang mukmin.
Jin: Bacalah shalawat atas Nabi, aku ingin mendengar bacaan shalawat sebanyak-banyaknya.
Syaikh: Ruh siapa kamu?
Jin: Aku adalah ruhnya Ustadz… ayah dari… yang duduk di dekatmu.
Syaikh: Anakmu mau bicara denganmu.
Jin: Silakan.
Syaikh: Silakan bicara dengan ayahmu.
Anak: Betulkah engkau ruh ayahku?
Jin: Betul, jangan ragu-ragu.
Anak: Aku ingin tahu, kapan ayahku wafat.
Jin: (Dia menjelaskannya).
Anak: Betul. Aku ingin mengetahui siapa saja yang memegang uang?
Jin: Muhsin memegang 11 pound, si Fulan sekian, si Fulan sekian (semua dijelaskan dengan rinci).
Anak: Diaman sertifikat rumah?
Jin: Pada Syaikh Syahin Jadulhaq.
Anak: Mengapa engkau berikan kepadanya?

Jin: Untuk didaftarkan.
Anak: Tapi Syaikh Syahin sudah meninggal dua bulan yang lalu.
Jin: Pergilah kamu, tanyakan kepada anaknya yang paling besar, dan mintalah kepadanya.
Anak: Apakah ada tanda terima yang dapat aku perlihatkan kepadanya?
Jin: Katakan saja kepadanya, “Tolong ambilkan sertifikat di dalam laci lemari yang ada kainnya.”

Anak: Terima kasih Ayah, terima kasih. Apakah ada yang perlu aku bantu?
Jin: Pindahkan aku dari kuburan sekarang ke tempat yang jauh dari kuburan orang lain, agar kamu lebih tenang membaca al-Qur-an untukku. Aku senang mendengar bacaan Qur-an. Hari ini juga aku akan datang lagi pada waktu kamu tidur. Akan kutunjukkan padamu tempat di mana kamu harus membuat kuburanku.
Anak: Apakah ada permohonan lain?
Jin: Sudah cukup.

Setelah bangun dari tidurnya orang itu langsung mengunjungi saudara-saudaranya. Dia menerangkan bahwa dia telah bertemu dengan ruh ayahnya yang menjelaskan pada siapa saja harta bendanya berada. Ternyata apa yang dikatakannya itu benar. Namun ketika bertanya kepada anak sulung Syaikh Syahin tentang sertifikat tanah ternyata tak ditemukan walaupun mereka telah mencarinya. Kemudian yang sangat aneh dia datang lagi pada malam yang sama dalam mimpi dan berkata, “Kuburkan aku di dalam satu masjid yang jauh dari kuburan. Bila tidak menemukan masjid maka bangunlah masjid di atas kuburanku sekarang juga kendati harus pinjam uang atau menjual rumah.”
Syaikh Yasin berkata, “Dua pekan setelah kejadian, dia mendatangiku dan menjelaskan semua yang dikatakan ruh itu.

image

Dia juga menegaskan bahwa semua yang dikatakan ruh itu benar, hanya saja mereka belum menemukan sertifikat rumah. Maka aku ingin bertemu lagi pada kesempatan lain. Aku berkata, ‘Wahai saudaraku, ruh yang datang kepadamu bukan ruh ayahmu. Dia adalah qarin dari golongan setan.’
Dia berkata, ‘Mustahil, karena semua ungkapannya benar. Darimana setan dapat mengetahui rahasia ayahku?’
Aku berkata, ‘Pada pertemuan berikutnya, saudara akan terkejut.'”
Bersambung…
===
Maraji’/ sumber:
Buku: Kiai Meruqyah Jin Berakting, Penulis: K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M.Ag, Editor: Eko Wardhana, Penerbit: PT. Syaamil Cipta Media, Bandung – Indonesia, Cetakan Februari 2004 M.
===

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s