Tanda kekuasaan Allah pada Sperma

Tanda kekuasaan Allah pada Sperma

Cobalah lihat setetes mani itu dengan pandangan bashirah (pandangan yang diberikan nilai oleh keimanan). Mani adalah setetes air yang hina, lemah dan kotor. Bila dibiarkan sebentar saja niscaya akan rusak dan bau.

image

Coba perhatikan, bagaimana Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa mengeluarkannya dari antara tulang sulbi dan tulang dada berjalan dengan kudrat-Nya, mengikuti kehendak-Nya dan dengan penuh ketundukkan, kendati jalur yang dilalui sangatlah sempit dan cabang-cabang yang dilewati sangatlah banyak namun ia tetap berjalan menuju tempat bermukim dan berkumpul.

Coba lihat bagaimana Allah memadukan antara lelaki dan perempuan dan menanamkan rasa cinta di antara keduanya. Lalu Allah mengikatnya dengan mata rantai syahwat, cinta dan hubungan badan yang merupakan sebab terciptanya seorang anak manusia. Cobalah renungkan bagaimana Allah mentakdirkan pertemuan antara dua jenis cairan (mani lelaki dan perempuan) padahal sebelumnya keduanya sangat berjauhan. Allah menggiringnya dari urat yang paling dalam lalu mempertemukannya di satu tempat yang kokoh, tidak ada udara yang dapat merusaknya, tidak pula hawa dingin yang akan membuatnya beku dan tidak ada pula sesuatu yang mengganggunya dan perusak yang menjamahnya.

Kemudian Allah merubah setetes air mani yang putih bersih itu menjadi segumpal darah yang merah kehitam-hitaman. Kemudian merubahnya menjadi sekerat daging yang berbeda warna, hakikat maupun bentuknya dengan segumpal darah tadi. Kemudian Allah menjadikan baginya tulang-belulang yang masih polos belum terbungkus yang berbeda bentuk, keadaan, kadar, sensitifitas dan warnanya dengan sekerat daging tadi.
Lalu coba perhatikan pula bagaimana Allah memilah milih bagian-bagian yang nyaris sama itu menjadi urat-urat syaraf, tulang belulang, otot-otot, tulang-tulang rawan, cairan-cairan serta alat-alat tubuh yang sangat lunak dan lain-lainnya.

Kemudian mengikat alat tubuh yang satu dan yang lainnya dengan pengikat yang sangat kokoh dan kuat, pengikat yang tidak mudah terurai. Lalu perhatikan bagaimana Allah membungkusnya dengan daging, menyusunnya sedemikian rupa, lalu menjadikannya sebagai pembalut dan pelindung tubuh.

image

Kemudian Al Imam Ibnul Qayyim melanjutkan pembicaraan tentang setetes air mani ini:
Sekarang coba lihat setetes air itu, perhatikanlah dengan seksama bentuk awalnya, kemudian bentuknya setelah melalui proses. Sungguh, sekiranya jin dan manusia berkumpul untuk menciptakan pendengaran, penglihatan, akal, kemampuan, ilmu, ruh, atau satu tulang saja, yakni tulang yang sangat kecil, atau satu urat saja yang sangat halus atau sehelai rambut saja, niscaya mereka tidak akan mampu menciptakannya. Itu semua merupakan tanda-tanda ciptaan Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan rapi, menciptakan manusia dari setetes air mani yang hina.

===========
Sumber: Keajaiban-keajaiban Makhluk dalam Pandangan Al-Imam Ibnul Qayyim, oleh Abul Mundzir Khalil bin Ibrahim Amin, penerbit: Darul Haq cet. 1, hal. 15-16.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s