Mereka Telah Menyembah Jin

Mereka Telah Menyembah Jin

Manusia. Siapapun memungkinkan untuk berkolaborasi dengan jin dan memanfaatkan jasanya. Jin akan bersedia menjadi khodam atau pelayan yang taat bagi manusia, namun dengan syarat manusia mau menyembahnya terlebih dahulu dan durhaka kepada Allah Ta’ala.

image

Jangan heran…apabila ada orang, setelah menjalani lelaku atau ritual tertentu kemudian menjadi tabib manjur, memiliki ajian-ajian hebat menjadi sosok yang dukun gendeng, memiliki daya linuwih, atau menjadi peramal cespleng.
Semua itu merupakan ‘karomah’ dari jin yang tentunya setelah melakukan kesyirikan, memenuhi segala keinginan sang jin dengan penuh rasa hina dan iba serta mengagungkan sang jin setinggi-tingginya.

Siapapun orangnya, baik yang menyandang sebutan ustadz, kiai, paranormal, gus, atau syaikh, kalau memiliki kemampuan di luar nalar dengan cara melakukan lelaku tertentu, merapalkan mantra-mantra aneh, menuliskan rajah-rajah dan jimat-jimat, atau berperilaku nyleneh, tidak lain adalah seorang dukun atau tukang sihir. Dialah yang menjadi rasul (utusan) para setan jin, para penyembah iblis yang akan menempati neraka jahim dan kekal selama-lamanya berada di dalamnya. Na’udzubillahi min dzalik!

ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﻳَﺤْﺸُﺮُﻫُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻳَﺎﻣَﻌْﺸَﺮَ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ﻗَﺪِ ﺍﺳْﺘَﻜْﺜَﺮْﺗُﻢ ﻣِّﻦَ ﺍﻹِﻧﺲِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺂﺅُﻫُﻢ ﻣِّﻦَ ﺍْﻹِﻧﺲِ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﺳْﺘَﻤْﺘَﻊَ ﺑَﻌْﻀُﻨَﺎ ﺑِﺒَﻌْﺾٍ ﻭَﺑَﻠَﻐْﻨَﺂ ﺃَﺟَﻠَﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺟَّﻠَﺖْ ﻟَﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻣَﺜْﻮَﺍﻛُﻢْ ﺧَﺎﻟِﺪِﻳﻦَ ﻓِﻴﻬَﺂ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎﺷَﺂﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﺣَﻜِﻴﻢٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ
“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Al-An’am:128)

Al-Syaikh Abdurrahman al-Sa’di berkata:  “Pada saat menggiring semua makhluk, baik jin maupun manusia, yang disesatkan dan yang menyesatkan, Allah akan berfirman yang berisi cercaan kepada jin yang telah menyesatkan dan mendorong manusia untuk melakukan kemaksiatan-kemaksiatan.

Allah mengatakan, ‘Wahai para jin, kalian telah menyesatkan manusia dalam jumlah yang besar, dan menghalangi mereka dari jalan Allah. Kenapa kalian melanggar perkara-perkara yang Aku haramkan dan menentang para rasul-Ku? Kalian telah memaklumkan peperangan kepada Allah dan berupaya membelokkan manusia dari jalan Allah. Menuju jalan neraka jahim…? Maka pada hari ini aku tetapkan laknat-Ku atas kalian. Adzab-Ku telah pasti Aku timpakan untuk kalian. Aku akan menambahkan adzab sesuai dengan tingkat kekufuran kalian dan penyesatan kalian terhadap manusia. Tidak ada lagi pemberian udzur bagi kalian, tidak ada tempat berlindung bagi kalian, tidak ada pemberi syafa’at bagi kalian, dan tidak ada lagi permohonan yang dikabulkan!’”
Begitu besar kemurkaan Allah kepada para jin penyesat. Oleh karena itu Allah tidak menyebutkan permohonan udzur mereka kepada Allah. Tidak bisa dibayangkan lagi betapa besar adzab dan kehinaan yang akan mereka alami kelak pada hari kiamat.
Sementara itu orang-orang yang telah menyembah jin akan mengajukan permohonan pemberian udzur kepada Allah. Sayang, permohonan mereka pun ditolak mentah-mentah oleh Allah Ta’ala. Mereka mengatakan,
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﺳْﺘَﻤْﺘَﻊَ ﺑَﻌْﻀُﻨَﺎ ﺑِﺒَﻌْﺾٍ
“…Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain)…”
Maksudnya: “Baik jin dan manusia tersebut sama-sama telah mendapatkan kesenangan dan mengambil manfaat dari partnernya. Jin telah merasakan kesenangan luar biasa dengan adanya ketaatan manusia kepadanya, pengagungan, dan permohonan perlindungan manusia kepadanya, bahkan penyembahan. Sedang manusia telah mendapatkan kesenangan berkat pelayanan jin kepadanya untuk mendapatkan berbagai hal yang diinginkannya. Jadi orang harus menyembah jin terlebih dahulu, baru kemudian jin akan mau melayani dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan duniawi yang dia butuhkan.”

Kemudian mereka mengatakan :
ﻭَﺑَﻠَﻐْﻨَﺂ ﺃَﺟَﻠَﻨَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺟَّﻠَﺖْ ﻟَﻨَﺎ
“… dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami…”
Maksudnya: “Kami telah sampai pada tempat pembalasan amal-amal manusia, maka lakukanlah terhadap kami sekehendak-Mu dan hukumlah kami sesuai dengan keinginan-Mu. Kami tidak memiliki hujjah untuk membela diri dan tak ada udzur bagi kami, segala perkara dan hukum hanya milik-Mu semata…”

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Kandungan ayat ini sangat sesuai dengan kondisi para pemilik kesaktian setaniyah yang menginformasikan berita-berita ghaib setaniyah dan memiliki pengaruh-pengaruh setaniyah (pengaruh-pengaruh sihir). Orang-orang yang tidak tahu menyangka mereka itu sebagai wali-wali Allah, padahal sebenarnya hanyalah wali-wali setan. Mereka menaati setan dalam kesyirikan dan kemaksiatan kepada Allah, serta keluar dari syari’at Allah.”

APA ITU KHADAM MALAIKAT?
=====================

Di antara tipuan jin kepada manusia adalah mengaku-aku sebagai malaikat dan menyediakan diri untuk menjadi khodam bagi manusia. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya manusia bersedia untuk menyembahnya, walaupun terkadang bentuk penyembahan tersebut teramat samar. Sebenarnya tipuan seperti ini telah dilakukan oleh jin terhadap kaum jahiliyah tempo dahulu. Masyarakat jahiliyah kuno mengklaim telah didatangi oleh malaikat yang mereka sembah, yang sebenarnya tak lebih dari sosok jin yang mengaku-aku sebagai malaikat.

Kelak pada hari kiamat para malaikat berlepas diri dari mereka dan menegaskan bahwa yang mereka sembah bukanlah malaikat akan tetapi hanyalah sosok jin yang menyaru sebagai malaikat.

ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﻳَﺤْﺸُﺮُﻫُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺛُﻢَّ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻟِﻠْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ ﺃَﻫَﺆُﻵﺀِ ﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ {*} ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺃَﻧﺖَ ﻭَﻟِﻴُّﻨَﺎ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻧِﻬِﻢ ﺑَﻞْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢ ﺑِﻬِﻢ ﻣُّﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” * Malaikat-malaikat itu menjawab: “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.” (Saba:40-41).

Tentang Firmannya :
ﺑَﻞْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﺍﻟْﺠِﻦَّ
“…bahkan mereka telah menyembah jin…”
Al-Syaikh Abu Bakar bin Jabir al-Jazair berkata, “Maksudnya mereka menyembah para setan yang menampakkan diri pada mereka, yang disangkanya adalah malaikat. Mereka menaati wangsit-wangsit setan tersebut. Itulah yang dinamakan menyembah jin.”
Orang yang mengaku punya khadam malaikat didustakan oleh ayat,
ﻭَﻣَﺎ ﻧَﺘَﻨَﺰَّﻝُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺄَﻣْﺮِ ﺭَﺑِّﻚَ
“Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu…” (Maryam:64)
Tentang sebab turunnya ayat ini, Ibnu Abbas berkata,
ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻟِﺠِﺒْﺮِﻳﻞَ ﺃَﻟَﺎ ﺗَﺰُﻭﺭُﻧَﺎ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻤَّﺎ ﺗَﺰُﻭﺭُﻧَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻨَﺰَﻟَﺖْ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﺘَﻨَﺰَّﻝُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺄَﻣْﺮِ ﺭَﺑِّﻚَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻨَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻨَﺎ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Jibril, ‘Bisakah engkau mengunjungi kami lebih sering lagi dibanding sebelum ini?’ Jawab Jibril, [turunlah ayat di muka], ‘Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.’” (Shahih al-Bukhari no. 2979.)

Tentang tafsir ayat ini Syaikh Abdurrahman al-Sa’di berkata, “Maksudnya kami (para malaikat) sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk turun. Turunnya kami terhadap seseorang adalah semata-mata atas perintah Allah. Jika Allah memerintahkan kami untuk turun, kami akan segera melaksanakan perintah-Nya dan kami tidak ada yang menyelisihi perintah-Nya.”

image

WALI DAN ILMU KAROMAH
=====================

Sebuah tabloid klenik pernah memuat tentang seseorang yang dianggap kyai, melakukan atraksi berbugil ria di depan khalayak ramai. Orang tersebut mengaku sebagai seorang wali. Tidak sedikit pula orang yang bertampang santri dan melekatkan atribut-atribut Islam pada dirinya, mengaku telah memiliki segudang ilmu karomah dan bahkan memperdagangkan ilmu karomahnya. Seseorang bisa dengan mudah memiliki ilmu ‘karomah’ apabila mampu membayar tarif tertentu atau menurut istilah mereka mahar.
Semua itu hanyalah permainan jin belaka, karena wali Allah hanyalah orang-orang yang beriman lagi bertakwa. Karomah dari Allah hanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar bertakwa. Karomah Allah tak bisa dipelajari, apalagi diperjualbelikan. Karomah yang bisa dipelajari hanyalah ‘karomah’ sihir yang berasal dari jin.

Allah Ta’ala berfirman,

ﺇِﻥْ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺂﺅُﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘُﻮﻥَ ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻻَﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
“Orang-orang yang berhak menguasai (nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (Al-Anfal:34)

Al-Syaikh Abdurrahman bin Hasan berkata, “…Tak diragukan lagi bahwa orang yang mengaku sebagai wali dengan berdalih mengetahui perkara-perkara yang ghaib adalah wali setan, bukan wali Allah. Sesungguhnya karomah hanya akan diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman lagi bertakwa. Bisa karena sebab doanya atau amal-amal shalihnya. Jadi seorang wali Allah tidak bisa merekayasa karomah sedikitpun dan tidak ada kemampuan untuk mendatangkan karomah.

Berbeda dengan orang yang mengaku sebagai wali, yang mendatangkan ‘karomah’ setan dengan cara-cara sihir dan perdukunan. Mengaku-ngaku sebagai wali sendiri justru menunjukkan bahwa dia bukanlah wali. Karena orang yang mengaku sebagai wali berarti merekomendasikan dirinya sendiri sebagai orang terbaik, justru sikap ini dilarang oleh Allah dan bukan kebiasaan para wali-Nya. Para wali Allah justru mencela dirinya dan menganggap dirinya sebagai orang yang banyak dosa.

Penutup
==========

Tersebutlah kyai duk- deng lagi ampuh di kota M. Tatkala meninggal ternyata di dalam WC pribadinya penuh dengan mush-haf al-Quran (salah satu metode penyihir belajar ilmu sihir dengan menghinakan al quran, dengan menulis ayat2 huruf secara sungsang atau terbalik, bahkan menaruh mushaf-mushaf quran dalam septic tank dll) . Perbuatan pak kyai ini jelas merupakan suatu kekufuran. Dengan cara semacam itulah dia bisa mendapatkan kesaktian dari setan. Kisah nyata ini memberikan masukan bagi kita agar tidak mudah tergoda dan selalu waspada terhadap orang yang mengaku memiliki kemampuan supra natural. Ingat, biasanya orang-orang macam paranormal mengobati pasiennya dengan cara memasukkan jin ke tubuh pasien, menjerumuskan pasiennya untuk merapalkan mantra syirik, melakukan perbuatan kufur, atau minimal melakukan bid’ah sesat. Jikapun berupa bacaan al-Quran, biasanya ayat-ayatnya ada yang dibolak-balik atau dicampur dengan mantra-mantra kufur. Semoga Allah melindungi kita semua dari tipu daya setan. Amin.
Rujukan:
1. Tafsir Ibnu Katsir .
2. Ighatsatul Lahafan
3. Tafsir Al-Sa’di 6. Talbis Iblis
4. Tafsir Al-Qurthubi
5. Dukun Hitam Dukun Putih
6. Fathul Majid
7. Tafsir Aisarut Tafasir
============
Fatwa Syaikh Bin Baz

Seseorang bertanya kepada Syaikh Ibnu Baz tentang sekelompok orang di Yaman yang dianggap wali oleh sebagian orang. Mereka kebal senjata tajam dan bisa mengobati penyakit-penyakit yang sulit diobati. Doa yang biasa mereka lafalkan adalah wahai Allah…wahai Fulan. Sebagian mereka melaksanakan shalat, sebagian lain tidak melaksanakan shalat. Bagaimanakah hakekat mereka…?
Beliau menjawab, “Mereka dan yang semisal termasuk golongan sufi yang melakukan perbuatan-perbuatan mungkar dan aktivitas batil. Mereka termasuk golongan para dukun, yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda tentang mereka,
ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ ﻓَﺴَﺄَﻟَﻪُ ﻋَﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻟَﻢْ ﺗُﻘْﺒَﻞْ ﻟَﻪُ ﺻَﻠَﺎﺓٌ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﻟَﻴْﻠَﺔً
“Barangsiapa mendatangi ‘arraf (peramal yang mengaku mengetahui sesuatu yang akan terjadi, redaksi.) untuk bertanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 malam.” (Shahih Muslim no. 4137)
Hal itu dikarenakan mereka mengaku mengetahui perkara ghaib, menjadi pelayan jin, menyembah jin, dan menipu manusia dengan berbagai macam perbuatan sihir. Tidak diperkenankan mendatangi mereka dan tidak boleh bertanya tentang sesuatu kepada mereka, berdasarkan hadits di atas dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
ﻣَﻦْ ﺃَﺗَﻰ ﻛَﺎﻫِﻨًﺎ ﺃَﻭْ ﻋَﺮَّﺍﻓًﺎ ﻓَﺼَﺪَّﻗَﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻓَﻘَﺪْ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
“Barangsiapa mendatangi kahin (dukun yang mengaku sesuatu yang telah terjadi atau yang sedang terjadi, redaksi.) atau ‘arraf (peramal yang mengaku mengetahui sesuatu yang akan terjadi, redaksi.) kemudian membenarkan perkataannya berarti telah mengingkari terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Musnad Ahmad no. 9171)
Mereka telah menggabungkan antara sihir dan perdukunan, antara kesyirikan akbar, meminta kepada selain Allah, dan mengaku mengetahui perkara ghaib. Semuanya merupakan kesyirikan akbar dan kekufuran yang nyata. Termasuk praktek perdukunan yang telah diharamkan oleh Allah.
Menjadi keharusan bagi segenap kaum muslimin yang mengetahui jati diri mereka, untuk melakukan pengingkaran dan membeberkan kebejatan mereka. Praktek yang mereka lakukan merupakan kemungkaran besar. [Disarankan untuk] melaporkan kasus mereka kepada pejabat pemerintahan yang berwenang, jika mereka berada di bawah naungan pemerintahan Islam. Diharapkan pemerintah akan menghukum mereka sesuai dengan hukum syariat. Hal ini dilakukan dalam rangka memberangus kejahatan mereka dan menjaga kaum muslimin dari kebatilan dan tipu daya mereka.
(Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz Juz V hal. 276)

Ditulis oleh Al-Ustadz Syamsuri al-Hafizh
Pernah dimuat dalam Majalah FATAWA vol 07

image

=================
Manipulasi Jin
=======================

1. Para dukun, paranormal atau orang yang mengakui kemampuan melihat mahluq ghoib, daya linuwih ilmu penyembuhan dll biasanya beranggapan ilmu saya buat kebaikan, meskipun caranya bertentangan syari’at (mendapat nasihat, arahan dari mahluq yang mengaku leluhur dlsb) tapi tujuannya baik menolong orang, padahal quran mengatakan:

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (Surah Al-An’am,6:100)

2. Jin syetan dan balatentaranya adalah musuh manusia.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
Surah Al-Kahf,18:50

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Surah Al-A’raf,7:16

3. Iblis berjanji akan bersungguh-sungguh mwnggunakan beragam tipu daya menyesatkan manusia

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Surah Al-Hijr,15:39
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
Surah Al-Kahf,18:50

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.
Surah Al-Kahf,18:50

وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
Surah Saba’,34:21

وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.
Surah Al-An’am (surah ke 6):100

4. Kelak yang meminta pertolongan (dukun) dan yang membantu (jin, khodam dll) akan saling menyalahkan :

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ
Allah berfirman: Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka. Allah berfirman: Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.
Surah Al-A’raf :38

5. Jin itu lemah, bahkan tak mengetahui secuil pun tentang hal ghaib.

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.
Surah Saba ( surah ke 34):14

6. Ada diantara manusia dengan bangga menganggap jin yang menyamar sebagai khodam dari golongan malaikat padahal malaikat nanti akan di konfrontir dan ini jawaban para malaikat:

قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ
Malaikat-malaikat itu menjawab: Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.
Surah Saba’ (surah ke) 34:41

قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ
Malaikat-malaikat itu menjawab: Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.
Surah Saba’ (surah ke 34) :41

قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ
Malaikat-malaikat itu menjawab: Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.
Surah Saba’ (surah ke 34) :41

7. Bentuk siksaan pada mereka yang saling berkolaborasi dan menyesatkan banyak orang

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِ
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya).
Surah Ar-Rahman (surah ke55) :35

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
Surah Al-Jinn,72:6

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
Surah Al-Jinn surah ke 72:6

8. Jib bisa tepat meramal dan mengetahui hal ghaib karena dulu sebelum al quran turun mereka bisa mencuri dengar berita langit, bukan karena mereka mengetahui gal ghaib:

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا
dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

9. Orang yang berkolaborasi dengan jin kelak sampai mati mungkin akan merasa langkahnya sudah benar, padahal ganjaran atas langkah-langkahnya adalah dosa syirik, dosa syirik tak diampuni karena para pelakunya jarang sekali sadar keculai dengan hidayah Allah bahwa dia sudah salah langkah. Mereka tetap menganggap cara, amalan mereka sudah benar, padahal quran berkata:
Surah Al-Jinn surah ke 72:9

مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
Surah Ibrahim (14:18)

*dalil tentang manipulasi Jin sengaja saya tambahkan untuk referensi, dan sengaja saya ambil, firman yang bersifat lugas tanpa perlu penjelasan tambahan, jika kita masih ragu membacanya artinya ada yang salah dengan keimanan kita melihat tipu daya jin melalui manipulasinya bersama para dukun, paranormal dll.

Wawlahu alam bish showwab.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s