Kedahasyatan Duduk antara 2 Sujud (2)

Kedahasyatan Duduk antara 2 Sujud (2)

Introspeksi: Pantaskah Doa Shalat Kita Dikabulkan?
===============
Shalat adalah penghambaan dan doa. Bacaan shalat saat duduk antara dua sujud adalah merupakan inti doa shalat . Tentu kita ingin agar doa shalat kita dikabulkan, bukan?
Duduk antara dua sujud disebut juga dengan “Duduk Permohonan”, karena dalam duduk tersebut, seorang hamba memohon kepada sang Maha Pemurah dengan tujuh permohonan penting, yaitu:
°Ampunan
° Belas kasihan
° Kecukupan
° Derajat yang tinggi
° Rizki
° Petunjuk
° Kesehatan

image

“Rabbighfirlii, warhamni, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii”
Ya Allah, ampunilah dosaku, dan belas kasihanilah aku, dan cukupkanlah kekuranganku, dan tinggikanlah derajatku, dan berilah aku rizki, dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku kesehatan. Dapat ditambahkan dengan wa’fuannii (dan maafkanlah aku).

Tujuh permohonan tersebut merupakan kebutuhan pokok manusia untuk kebahagiaan hidup di dunia ( fi dunya hasanah ) dan kebahagiaan  hidup di akhirat ( wa fil akhirati hasanah ).

Berapa detik doa shalat dalam duduk permohonan anda?
Banyak di antara kita belum memahami hakikat duduk antara dua sujud ini (duduk permohonan untuk 7 kebutuhan pokok dunia-akhirat). Karenanya, mereka meremehkannya. Ini terbukti dengan masih banyaknya orang shalat yang sama sekali tidak menghayati duduk antara, mereka melakukannya hanya dalam 3 – 5 detik saja. Padahal, untuk dapat menghayati nikmat dan pentingnya model duduk ciptaan Allah ini, dan untuk dapat menghayati tujuh ratapan permohonan kebutuhan pokok dalam duduk ini dibutuhkan sekitar 20 detik!
Kalau duduk permohonan kita hanya 5 detik, membaca doa shalat secepat kilat, tanpa ratapan, tanpa harapan, tanpa penghayatan, tanpa ruh… pantaskah kita mengharap tujuh permohonan kita dikabulkan?
Mari berintrospeksi, kita teliti benar-benar, apakah kita sudah cukup memberi penghayatan pada setiap gerak dan bacaan shalat yang kita lakukan? Sudah pantaskah
doa shalat kita dikabulkan?

Sumber : ahmadtefur

image

==================
Tak banyak yang mengetahui dahsyatnya doa di antara dua sujud. Terlebih dengan seringnya doa ini dibacakan oleh seorang Muslim, maka akan memberikan kemungkinan untuk dikabulkan doanya jauh lebih besar dibandingkan doa-doa lainnya yang hanya dibaca hanya satu kali sehari.
Berikut beberapa hal positif yang diberikan dengan membaca doa duduk di antara dua sujud, :
1. Robighfirlii
Robighfirli bisa diartikan sebagai kita yang meminta kepada Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa yang dimiliki. Dosa merupakan beban hidup yang bisa menjadi penghalang kita masuk ke dalam surga milik Allah SWT.
2. Warhamnii
Khasiat doa di antara dua sujud yang kedua yaitu, warhamnii bermakna meminta kasih sayang dari Allah SWT.
3. Wajburnii
Wajburnii menyatakan kita minta tolong kepada Allah SWT untuk menutup kekurangan yang kita miliki sebagai manusia.
4. Warfa’ni
Bagian ini adalah bagian kita yang meminta bantuan Allah SWT untuk meninggikan derajat kita agar tak ada manusia yang sanggup menghina.
5. Warzuqni
Ini adalah permintaan akan rezeki dari Allah SWT.
6. Wahdini
Ini adalah doa yang dipanjatkan ketika kita butuh petunjuk dan bimbingan mengenai hidup.
7. Wa’afinii
Adalah doa peminta kesehatan.
8. Wa’fuannii
Bagian terakhir adalah bagian yang menyempurnakan segalanya. Di sini kita meminta seluruh catatan negatif kita dihapuskan. Sungguh, betapa dahsyatnya doa di antara dua sujud.

image

=======
Duduk Iftirasy dari tinjauan Medis

Salat merupakan perintah wajib yang paling penting dan paling hakiki dalam Islam. Saat melaksanakan ibadah ini, salah satu gerakan yang menjadi rukun adalah duduk di antara dua sujud atau disebut juga dengan Iftirash. Gerakan ini berupa duduk dengan menegakkan kaki kanan dan membentangkan kaki kiri kemudian menduduki kaki kiri tersebut. Meski berlangsung sebentar, ternyata gerakan ini memiliki manfaat medis yang sangat besar.

Saat sedang berada dalam posisi gerakan ini, syaraf pangkal paha yang berada di atas tumit kaki akan terpijit (refleksi). Hasil Pijatan ini mampu melindungi dari penyakit saraf pangkal paha atau yang disebut syaraf nervus ischiadus. Syaraf ini menyebabkan penyakit neuralgia yang ditandai dengan rasa nyeri, sakit, hingga berakibat kaki tidak bisa digerakkan.
Selain mencegah neuralgia, gerakan duduk Iftirash juga bermanfaat medis untuk menjaga kesehatan jantung dan memperlancar sistem sirkulasi darah. Ternyata saat dalam posisi ini aliran darah tidak akan sampai ke kedua kaki bagian bawah. Dengan posisi ini, aliran pembuluh darah utama di tungkai akan terhenti. Namun, debit aliran darah ke otak dan organ dalam lainnya akan bertambah. Pada saat bersamaan, posisi ini dapat mengembangkan sirkulasi melalui pembuluh kolateral kaki.

Posisi ini juga dapat meningkatkan konsentrasi. Hal ini disebabkan ketika gerakan duduk sudah mencapai tekukan, saturasi menurun sampai 93 persen, lalu nadi menghilang, dan saturasi tidak terdeteksi lagi. Saat itulah aliran darah utama berhenti total. Debit darah ke otak dan organ penting bertambah, metabolisme meningkat, dan kosentrasi daya pikir pun lahir. Sebab itulah disarankan kepada bagi yang akan belajar keras untuk duduk dalam posisi ini agar mendapatkan konsentrasi tinggi.

Duduk diantara dua sujud juga bermanfaat untuk menyeimbangkan sistem kerja elektrik serta saraf keseimbangan tubuh. Posisi ini dapat menjaga kelenturan saraf bagian paha bagian dalam dalam, cekungan lutut, betis, sampai jari-jari kaki yang dapat mencegah prostat, diabetes, dll. Setelah dikaji secara medis, gerakan Iftirash dapat mengaktifkan kelenjar keringat dan mencegah pengapuran. Hal ini disebabkan bertemunya lipatan paha dan betis.
Duduk dengan jari-jari kaki menekuk juga merupakan relaksasi maksimal dari kelompok otot-otot betis. Saat duduk seperti ini, otot-otot diregangkan maksimal sehingga terjadi pemulihan dan bebas dari timbunan asam laktat penyebab nyeri dan kelelahan.

Dan efek lebih lanjut dapat memperkuat dan mempertahankan trauma fisik dan mekanik. Kemudian, saat duduk iftirasy, tumit juga akan menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin, dan saluran vas deferens. Jika dilakukan terus menerus dengan benar, posisi duduk seperti ini bisa membantu mencegah impotensi.

Sementara itu, manfaat ini berbeda pula dengan manfaat duduk diantara dua sujud pada Tahiyat Akhir atau tawarruk. Gerakan ini sempurna dan sangat baik bagi pria karena dapat membantu mencegah impotensi dan mencegah gangguan pada ureter, kandung kemih (vesica urinaria), vas deferens, dan uretra. Variasi posisi telapak kaki pada duduk iftirasy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian gerakan. Gerakan ini terlihat harmonis dan dapat menjaga kelenturan dan kekuatan organ kaki.

Namun Iftirash dan tawarruk harus dilakukan dengan benar untuk bisa mendapatkan khasiat ini. Bagi mereka yang tidak meluruskan kaki kanan mereka secara vertikal, mereka tidak akan mendapatkan “tekanan refleksologi” ini. Untuk itu sebaiknya dapat menggerakan sesuai agar bisa memperoleh manfaat medisnya.

image

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s