Melihat Rasulullah Shalat–Duduk antara 2 sujud, adab dan bentuk doa-doa yang kita jarang tau

Melihat Rasulullah Shalat–Duduk antara 2 sujud, adab dan bentuk doa-doa yang kita jarang tau

ADAB DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Apabila kita telah selesai memenuhi hak sujud dengan sempurna, maka hendaklah kita bergerak kepada duduk di antara dua sujud.

Yakni: Angkatlah kepala seraya bertakbir “Allahu Akbar”. Sewaktu akan duduk, hendaklah kita membentangkan kaki kiri kita serta duduk di atasnya. Dan hendaklah kita mendirikan (menegakkan) telapak kaki kanan dan memperhadapkan anak jari-jarinya ke kiblat. Dan hendaklah tangan kanan di letakkan di atas paha kanan, tangan kiri di atas paha kiri. Sedang anak-anak jari di letakkan dengan di hadapkan ke kiblat, dan anak-anak jari itu di renggangkan sedikit, ujung-ujungnya bertemu dengan lutut.

image

Duduk di antara dua sujud, merupakan salah satu rukun dalam shalat, berdasarkan sabda Nabi SAW:
TSUMMASJUD HATTA TATHMA INNA SAJIDAN TSUMMAR FA’ HATTA TATHMA INNA JAA LISAN TSUMMASJUD HATTA TATHMA INNA SAAJIDAN
Artinya: “Kemudian bersujudlah sampai sujudmu tuma’minah, kemudian bangkitlah sampai engkau duduk dengan tuma’minah, kemudian sujudlah sampai engkau sujud dengan tuma’minah.”

Di antara Istighfar yang di ucapkan Rasulullah SAW adalah:

1. RABBIGH FIRLI WARHAMNI, WAJBURNI, WAHDINI, WARZUQNI
Artinya: “Tuhanku, ampunilah daku dan kasihanilah daku dan tutuplah segala ke’aibanku dan tunjukkilah daku ke jalan yang lurus dan berilah daku rezeki.” (Do’a ini di riwayatkan oleh At-Thurmudzi dari Ibnu Abbas R.A dari Nabi SAW)

2. RABBIGH FIRLI WARHAMNI, WAJBURNI, WARFA’NI WARZUQNI, WAHDINI, WA’AFINI
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku dan kasihanilahdaku dan tutuplah ke’aibanku dan angkatlah akan kedudukanku dan cukupkanlah rezekiku dan tunjukkilah aku ke jalan yang lurus dan afiatkanlah aku.” (H.R Abu Daud dari Ibnu Abbas R.A)

3. RABBIGHFIRLI, RABBIGHFIRLI
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku!. Tuhanku, ampunilah aku!.” (H.R An-Nasa’i 3/226 dan Ibnu Majjah, Abu Daud 814 dari Huzaifah R.A dari Nabi SAW)

Al-Barra telah menceritakan hadits berikut:
“Nabi SAW rukuk dan sujud dan apabila ia bangkit dari rukuk dan duduk di antara kedua sujud, lamanya saling berdekatan, hamper sama.” (Riwayat Khamsah)

4. Sahabat Ibnu Abbas R.A telah menceritakan hadits berikut:
Nabi SAW di antara dua sujud di namai juga duduk “Iftirasy”. Kaki kiri di rebahkan kaki kanan di tegakkan, menekuk jari-jari ke arah kiblat, membaca do’a “Rabbighfirli, Ya Tuhanku, ampunilah aku”, sepuluh kali, tiga kali, minimal satu kali. Jika seseorang ingin menambah do’a yang berasal dari Nabi SAW, Maka di perbolehkan.

5. ALLAHUMMAGHFIRLI WARHAMNI WAHDINI WAJBURNI WA’AFINI WARZUQNI
Artinya: “Ya Allah ampunilahaku, sayangilah aku, berilah aku kecukupan, tunjukkilah aku dan berilah aku rezeki.” (H.R Abu Daud 850, dan Ath-Thurmudzi 284 dan di shahihkan Al-Albany)

Adab di Kala Duduk antara Dua Sujud

Duduk antara dua sujud adalah duduk bersimpuh di hadapan Allah SWT yang Maha Penyayang, untuk memohon Ampun, Rahmat, Hidayat, Afiat dan Rezeki.

Duduk antara dua sujud (duduk Iftirasy) ini dilakukan Nabi SAW agak lama waktunya, karena di saat itu, bayak permohonan yang di sampaikan dengan penuh harapan. Di Saat kita meminta, tidak selayaknya kita terburu-buru melakukannya, hayatilah apa-apa yang kita minta itu, lakukanlah dengan penuh rasa rendah hati, itulah yang namanya “TUMA’MINAH”.

Apabila kita duduk di antara dua sujud itu, maka hendaklah kita memenuhi dada kita dengan rasa takut kepada Allah SWT. Serta mohon di perkenankan permohonan-permohonan kita itu.

Dan hendaklah kita di kala membaca “Allahummaghfirli: Ya Allah Hamba mohon ampunan-Mu”, kemudian diam sejenak dan bayangkan kesalahan yang kita perbuat selama ini. Yang tidak berlaku jujur, tidak disiplin dalam melakukan ibadah (lalai), dan sangat banyak dosa-dosa yang kita lakukan selama ini. Moga-moga tuhan memberi ampunan-Nya. Betapa banyak kesalahan-kesalahan yang kita buat. Bahkan kesalahan tersebut kita lakukan berulang-ulang. Namun Allah SWT selalu mencurahkan Rahmat-Nya kepada orang yang memohon ampunan-Nya.

Kemudian lanjutkan permohonan dengan membaca “Warhamni: Kasihanilah hamba (rahmatilah hamba)”, Kemudian diam sejenak menunggu respons yang di rasakan Jawaban dari Allah SWT untuk menerima permohonan itu, agar kita dalam kehidupan ini tidak di murkainya.

Selanjutnya, kita ucapkan “Wajburni: Tutuplah ke’aibanku”, kemudian diamlah sejenak. Kenangkanlah akan perbuatan-perbuatan kita yang sangat memalukan itu diketahui atau di lihat oleh orang lain, betapa bodohnya kita, betapa memalukannya perbuatan kita. Untuk itu kita mohonkan kepada Allah SWT untuk selanjutnya tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar tersebut.

Selanjutnya, membaca “Warfaghni: Angkatlah derjat hamba”, diam sejenak, kenangkanlah kita dulu bodoh, kemudian kita di beri akal. Dulu kita miskin, sekarang telah di beri nikmat yang banyak. Dulu kita bawahan, sekarang telah menjadi pemimpin. Semua itu tiada nilainya, kalau Allah SWT tidak meridhainya. Baru bernilainya semua itu, kalau di amalkan di jalan Allah SWT. Untuk melakukan semua itu, kita perlu hidayah darinya. Hakikat derjat ialah: kita semakin dekat kepada Allah SWT.

Kemudian membaca “Warzuqni: cukupkanlah Rezeki hamba”, diamlah sejenak, kenangkan kebutuhan kita kepada Allah SWT perihal rezeki yang di butuhkan saat itu, mohonkan jalan kemudahan untuk memperolehnya. Memperolehnya, tentu saja dengan jalan usaha, sesuai dengan Sunnatullah. Perihal rezeki, Tuhanlah yang memberi jalan untuk sampai kepada kita. Untuk itu janganlah lupa untuk men-syukurinya. Kalau kita pandai mensyukurinya, Allah SWT akan menambah nikmat tersebut, kalau kita bersungguh-sungguh melakukannya, Insya Allah di perkenankan permohonan kita tersebut.

Selanjutnya, kita baca “Wahdini: Ya Allah, tunjukkilah hamba ke jalan ke-ridhaanMu”, kemudian diam sejenak. Selanjutnya kita ingat akan ke bodohan kita, sudah jelas-jelas perbuatan itu dosa, tetapi masih saja kita lakukan. Misalnya: berjudi, minum-minuman yang memabukkan, mencuri, korupsi, berzina, menipu, berkata-kata kotor yaitu: mengumpat, mencela, mencerca, memfitnah, mengadu domba, bahkan ada yang membunuh, NA’UDZUBILLAH, kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian. Semua itu dilakukan manusia karena tidak mendapat hidayah dari Allah SWT. Untuk itulah kita setiap waktu minta di tunjuki ke jalan keridhaan-Nya.

Selanjutnya, kita ucapkan “Wa’afini: dan sehatkanlah hamba”, hanya dengan sehatlah kita bisa berbuat, betapa tingginya nilai kesehatan yang di berikan Allah SWT kepada kita, dengan sehat kita bisa meraih cita-cita, mencapai prestasi, menjadi pemimpin, menjadi pejabat, hartawan, konglomerat, menjadi orang yang terhormat di mata masyarakat dan lain-lain sebagainya. Semua itu adalah Anugerah Allah SWT. Yang patut kita syukuri, janganlah kita menjadi orang yang sombong atas kelebihan yang di berikan Allah SWT tersebut. Untuk itulah kita melakukan sujud lagi kepada Allah SWT, Untuk mematuhi semua perintah-perintah-Nya.

image

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s