Kesyirikan di era modern

Kesyirikan di era modern

Sesungguhnya Islam datang, diturunkan di muka bumi ini adalah dengan membawa kabar gembira sekaligus peringatan bagi manusia. Kabar gembira bagi manusia yang beriman dan beramal sholeh serta peringatan bagi kaum yang kufur dan pelaku maksiat.

image
Gantungkan harapan hanya pada Allah

Inti dari Islam sendiri adalah tauhid . Men-tauhid-kan Allah Azza wa jalla, dalam peribadatan ( Ubudiyah ), dalam keyakinan bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu dan mengatur ciptaan-Nya ( Rububiyah) serta meyakini bahwa Allah memiliki sifat-sifat dan nama-nama yang maha sempurna ( Asma wa shifat).

Dengan Jalan Tauhid inilah manusia dapat memperoleh keselamatan dunia terlebih lagi diakhirat. Sedangkan kaum yang kufur mengingkari untuk men-tauhid-kan Allah Ta’ala baik dari salah satu jenis tauhid di atas (Ubudiyah, Rububiyah, asma wa shifat) atau bahkan kesemuanya sekaligus, (kita memohon perlindungan Allah dari kesesatan). Lawan dari tauhid inilah yang disebut Syirik .

Jika Tauhid membawa manusia kepada keselamatan, maka syirik menyeret manusia kepada kecelakaan besar baik di dunia terlebih lagi di akhirat. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita berhati-hati agar tidak terseret dalam kesyirikan, karena syaitan sangat pandai menjebak manusia dengan angan-angan yang manis.

Nabi kita Shallallahu ’alaihi wa sallam dari jauh-jauh hari sudah memperingatkan bahwa umat ini akan kembali terjerumus ke dalam kesyirikan dan kesesatan umat-umat yang lalu :

« ﻟَﺘَﺘَّﺒِﻌُﻦَّ ﺳَﻨَﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﺷِﺒْﺮًﺍ ﺑِﺸِﺒْﺮٍ ﻭَﺫِﺭَﺍﻋًﺎ ﺑِﺬِﺭَﺍﻉٍ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﻮْ ﺩَﺧَﻠُﻮﺍ ﻓِﻰ ﺟُﺤْﺮِ ﺿَﺐٍّ ﻻَﺗَّﺒَﻌْﺘُﻤُﻮﻫُﻢْ ‏» . ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ
“Sesunguhnya kalian akan mengikuti kebiasaan umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, sehingga seandainya mereka masuk lubang Dhab (sejenis kadal), niscaya akan kalian ikuti”. [HR. Bukhâri dan Muslim]

image
Pagari hati dari syirik

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla sangat membenci orang yang melakukan kebiasaan jahiliyah:

ﻋَﻦ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَ ﺻَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ )) : ﺃَﺑْﻐَﺾُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺛَﻼَﺛَﺔ ﻣُﻠْﺤِﺪٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺮَﻡِ ﻭَﻣُﺒْﺘَﻎٍ ﻓِﻲ ﺍْﻹِﺳْﻼَﻡِ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻭَﻣُﻄْﻠِﺐُ ﺩَﻡِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﻖٍّ ﻟِﻴُﺮِﻳْﻖَ ﺩَﻣَﻪُ .(( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
“Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Manusia yang paling dibenci Allah Azza wa Jallaada tiga; orang melakukan dosa di tanah haram, orang yang mencari kebiasaan jahiliyah dalam Islam dan orang yang mengincar darah seseorang tanpa hak untuk ia tumpahkan (membunuhnya)”. [HR. Muslim]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengubur kebiasaan jahiliyah itu di bawah telapak kakinya, sebagaimana beliau nyatakan :

(( ﺃَﻻَ ﻛُﻞُّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﺗَﺤْﺖَ ﻗَﺪَﻣِﻲْ ﻣَﻮْﺿُﻮْﻉٌ (( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
“Ketahuilah segala sesuatu dari urusan jahiliah terkubur di bawah telapak kakiku “[HR. Muslim]

Di antara kebiasaan jahiliyah yang dilakukan manusia di abad modern ini adalah kepercayaan kepada benda-benda mati.

Di zaman jahiliyah manusia sering menggantungkan harapannya kepada benda-benda mati. Jika mereka menemukan sebuah batu yang amat besar atau berbentuk menyerupai makhluk hidup, atau memiliki warna yang agak asing atau bentuknya agak aneh, maka mereka meyakini bahwa batu-batu itu memiliki keistimewaan.

Jika ukurannya kecil mereka membawanya pulang, jika tidak mereka mendatangi tempat batu itu. Mereka berkeyakinan bahwa batu-batu itu dapat menangkal sihir, menghentikan aliran darah atau memudahkan kelahiran. Ada yang digantungkan di leher atau diikatkan di tangan dan di kaki wanita yang akan melahirkan. Ada lagi batu yang disebut ”batu akik”, mereka yakini dapat membuat diam seseorang yang mau marah, atau bahkan obat bagi penyakit ain (mata jahat). Ada pula yang disebut batu zamrud, mereka yakini dapat mengobati penyakit ayan.

image

Padahal semua itu adalah khurafat dan khayalan belaka.
Sebagaimana halnya al-Lâta adalah batu berhala yang dianggap berkah atau sakti.
Mereka juga mempertuhankan batu; jika mereka menghadapi paceklik, kekurangan pangan, hujan tidak turun, atau ditimpa wabah penyakit, mereka datang ke tempat batu-batu yang mereka anggap berkah atau sakti .
Ibnu Katsîr berkata: “Al Lâta” adalah batu besar berwarna putih yang diukir; di atasnya dibangun rumah yang dihiasi kelambu dan dijaga; di sekelilingnya lapangan luas yang dimuliakan oleh penduduk Thâif. Mereka membanggakannya di atas suku-suku Arab lain
Tafsîr Ibnu Katsîr: 7/455.
Demikian Artikel kali ini, mengenai
Syirik di zaman modern . Sesungguhnya masih banyak perilaku manusia yang termasuk ke dalam kesyirikan di zaman modern ini, namun sekiranya contoh di atas dapat menjadi bahan renungan dan pemikiran kita agar senantiasa waspada akan kesyirikan ini. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s