Dakwah Tauhid vs Dakwah Setan, Kenalilah visi-nya

Dakwah Tauhid vs Dakwah Setan, Kenalilah visi-nya

​Potret perdukunan di negri islam

Segala puji hanya milik Allah ta’ala, kami memujinya, memohon pertolongan, dan ampunan kepadanya, kami berlindung dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal-amal kami barang siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang sanggup untuk menyesatkannya dan barang siapa yang di sesatkan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk memberi hidayah kepadanya, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah ta’ala, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. adalah hamba dan rasul-Nya.

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah kitabillah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shalaullahu ‘Alaihi Wasallam dan seburuk-buruk perkara adalah yang di ada-adakan di dalam agama, dan setiap yang di ada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan di neraka.

Sungguh sangat memprihatinkan potret Negri kita, ternyata negri ini adalah tempat yang subur untuk praktek perdukunan atau paranormal, mulai dari dukun yang murahan sampai dukun yang mahalan, bahkan dari dukun yang berlagak ustadz , kyai, sampai dukun pelet dan cabul, semuanya ada di negri ini. 

Maka tak heran kalau Negara ini seolah terbelenggu dengan perdukunan:

  • Jual tanah saja harus pergi ke dukun, mau menikah pergi kedukun, ingin usahanya lancar, atau
  • Jabatannya bertahan pergi kedukun, 
  • Mau punya wibawa dan ditakuti bawahan harus pergi ke dukun, 

intinya mulai rakyat jelata sampai kepada para pejabat semuanya tidak lepas dari peraktek perdukunan seolah-olah dukun adalah segala-galanya baginya. Walaupun mungkin sebutan dukun sekarang kalah populer dengan paranormal atau penasehat spiritual bagi kalangan orang-orang terhormat, yang jelas itulah wajah potret negri ini yang penduduknya mayoritas muslim masih bergelimang dengan perakter-peraktek syirik perdukunan, apa lagi di perparah oleh adanya mitos-mitos yang berbau khurofat, tahayyul dan tradisi aneh dan menyimpang yang memang sudah berkembang di nusantara ini, seperti orang hamil harus membawa gunting, suara  gagak tanda ada kematian, burung perkutut membawa keberuntungan, bulan muharram bulan keramat, angka 13 adalah angka sial, di tambah dan di dukung oleh tayangan mistik dan klenik yang berkembang pesat di dunia pertelevisian, dan ironisnya mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Ini terbukti dengan ramainya media masa baik elektronik maupun cetak seperti koran dan majalah yang ramai-ramai mengiklankan paranormal dengan berbagai keahlian mistis dan supranaturalnya yang sangat menjanjikan, ada yang menjanjikan kelancaran jodoh dan rezeki, ada juga yang menjanjikan bisa mengangkat pangkat dan jabatan terlebih di masa pemilihan pemimpin, bahkan yang super horor kriminalistis pun seperti teluh, santet atau guna-guna yang memberi efek mengerikan bagi korban dari penderitaan penyakit yang berkepanjangan sampai kematian yang tak wajar berkembang pesat di negri ini.

Pertanyaannya Benarkah paranormal memiliki kemampuan supranatural seperti yang dijanjikan di dalam iklan ?

 Jawabannya bisa ya bisa tidak. Dan mengapa keberadaan paranormal mendapat tempat di hati masyarakat indonesia baik masyarakat awam, pejabat dan konglomerat ?

Inilah fakta yang mencengangkan. Masyarakat sekarang cenderung lebih memilih cara-cara instan dalam menjawab segala persoalan kehidupan. Masih teringat di benak kita bagaimana Ponari Si dukun cilik beraksi dari jombang jawa timur yang konon setelah di di kejar-kejar petir akhirnya dapat batu ajaib yang sebenarnya dia sendiri tidak tahu menahu apa hakikat dari kekuatan yang berada di balik batu itu begitu dipuja puja dan dipercaya oleh puluhan ribu masyarakat yang mengharap pertolongannya.

Apa yang salah dengan masyarakat kita ? 

Apakah pemerintah tidak cukup memenuhi hak hak rakyat mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan yang layak ? ataukah memang akidah dalam dada mereka sudah luntur sehingga mudah saja di bodohi setan ini adalah salah satu contoh kecil dari potret perdukunan di negri ini. Oleh karena itu saya akan mencoba mengangkat kembali tema ini “ membedah di balik rahasia sihir, para normal, dan perdukunan”.

Da’wah setan

Tauhid merupakan fitrah yang Allah Ta’ala ciptakan untuk manusia. Setiap manusia yang ada di dunia ini terlahir di atas fitrah tauhid, meskipun dia dilahirkan oleh orang tua yang musyrik. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Dan (ingatlah), ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari tulang punggung mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ’Bukankah Aku ini Rabb-mu?’ Mereka menjawab,’Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’” (QS. Al-A’raf 7: 172)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidak ada satu pun anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah. Orangtuanya-lah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti seekor hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat (sama persis dengan induknya), apakah Engkau merasakan adanya cacat padanya?“ (HR. Bukhari no. 1385 dan Muslim no. 6926)

Karena manusia dilahirkan di atas fitrah tauhid, maka setan akan berusaha mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyesatkan manusia agar mereka menyimpang dari fitrah tauhid tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya Rabb-ku memerintahkanku untuk mengajari kalian apa-apa yang belum kalian ketahui. Di antara hal-hal yang diajarkan kepadaku hari ini adalah, setiap harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku, maka (menjadi) halal baginya. Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku seluruhnya dalam keadaan hanif (menjadi seorang muslim, pen. ). Kemudian datanglah setan kepada-Nya yang menjadikan mereka keluar dari agama mereka. Serta mengharamkan hal-hal yang Aku halalkan untuk mereka. Dan juga menyuruh mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku turunkan keterangan tentang itu … ” (HR. Muslim no. 7386).

Setan sendiri telah berjanji di hadapan Allah Ta’ala bahwa dia akan berusaha untuk mengubah fitrah yang telah Allah Ta’ala ciptakan untuk manusia. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan, ’Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak) memberikan persembahan di era modern ini bagi pemilik-pemilik pusaka keramat ada yang memberi “makan” tiap malam berupa kopi hitam, bunga kantil, kembang 7 rupa, ada pula penghuni-penghuni pusaka yang hanya minta “di-dzikirkan dan di kirimkan doa (sungguh tepat hadits rasulullah di atas, dan ini adalah bentuk ketaatan mereka pelaku kesyirikan kepada khodam-khodam tersebut, la’natullah alahi, aduwawlah (musuh-musuh Allah–para jin syetan yang menggunakan topeng sebagai leluhur dlsb–na’udzu billah min dzalik)  lalu mereka benar-benar memotongnya (yang berharga buat syetan/jin/khodam itu adalah ketaatan kita pada bisikan mereka, sejengkal demi sejengkal menyeret kita dalam kesesatan menduakan Dzat Allah). Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mereka mengubahnya’. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa’ [4]: 118-119)

Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud ayat, ”Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah)”. Adapun pendapat yang paling tepat sebagaimana yang dipilih oleh Abu Ja’far Ath-Thabary rahimahullah adalah, ”Mengubah agama Allah.” (Lihat Tafsir Ath-Thabary, 9/222)

Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi rahimahullah menjelaskan,”Sebagian ulama mengatakan bahwa makna ayat ini adalah setan menyuruh mereka untuk kafir dan mengubah fitrah agama Islam yang telah Allah Ta’ala ciptakan untuk mereka. Perkataan ini dijelaskan dan ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus’ (QS. Ar-Ruum [30] : 30).Maksudnya adalah, janganlah mengubah fitrah yang telah diciptakan atas kalian dengan (mengerjakan) kekafiran”. (Tafsir Adhwa’ul Bayan, 1/341)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata,”Sesungguhnya setiap orang dilahirkan di atas fitrah (yaitu tauhid,). Akan tetapi orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani, Majusi, atau yang semisalnya dari fitrah yang telah Allah tetapkan kepada hamba-Nya. Fitrah itu adalah mentauhidkan Allah, mencintai-Nya, dan mengenal-Nya. Setan akan memburu mereka dalam masalah ini sebagaimana binatang buas yang memburu seekor kambing yang terpisah dari kawanannya”. (Tafsir Taisir Karimir Rahman, hal.204)

Dari sini jelaslah bahwa tujuan utama “dakwah” setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Karena ketika manusia sudah terjerumus ke dalamnya, maka batal-lah tauhidnya. Dan ketika tauhidnya sudah batal, maka sebanyak apa pun amal shalih yang diperbuatnya, semuanya akan menjadi sia-sia belaka. Sehingga setan pun tidak mempunyai kepentingan lagi untuk mengganggunya.

Oleh karena itu, kita kadang melihat orang-orang yang berbuat syirik dengan beribadah di makam orang-orang shalih, mereka beribadah dengan melaksanakan shalat, berdzikir, atau membaca Al Qur’an dengan penuh kekhusyu’an. Bahkan bisa jadi mereka beribadah di sisi makam tersebut semalam suntuk tanpa merasa lelah dan mengantuk. Sesuatu yang mungkin sangat sulit dilakukan oleh orang-orang selain mereka. Demikianlah, kekhusyu’an mereka itu tidak lain karena memang setan tidak lagi mempunyai kepentingan untuk mengganggu ibadahnya tersebut. Karena setan sudah mengetahui, bahwa sebanyak apa pun amal ibadah yang mereka lakukan semuanya akan sia-sia belaka dan tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala.

Maka kita sudah mengetahui tujuan utama setan adalah memalingkan peribadatan seorang hamba untuk menghambakan diri kepada kepada mereka serta menjadi pengikut mereka dan ini adalah kesyirikan yang nyata.

Dan di antara bentuk penyembahan seorang hamba kepada setan adalah peraktek-peraktek yang di lakukan oleh tukang-tukang sihir, tukang ramal, para dukun, bomo, para normal, dan yang serupa dengan mereka, serta orang-orang yang mendatangi mereka untuk bergabung melakukan penyembahan dan pemujaan kepada setan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s