Kisah Nyata Admin meruqyah mandiri Anak yang sakit

Kisah Nyata Admin meruqyah mandiri Anak yang sakit

​Tepat 1 minggu lalu,  ke dua anakku tiba-tiba sakit, usia  anak yang besar 6 tahun 8 bulan, dan yang kedua usia 2 tahun sakit panas+demam+pilek, sampai saat itu ana masih tetap  berusaha terus berhusnudzon terhadap sakitnya 2 anak ana, mungkin karena cuaca ekstreem belakangan ini, maka ana mencoba berikhtiar dengan pergi ke klinik bpjs sebanyak 2 kali, tapi 2 hari kemudian sakit anak yang pertama malah semakin parah, dengan gejala muntah tiap durasi 15 menit karena merasa pusing yang menurutnya berat, sehingga anak menjadi trauma untuk makan karena pasti dimuntahkan. Kembali ke klinik di hari ke 3 membuat ana dan isteri cukup panik.
Isteri sempat menyuruh ana kembali “menerawang” (insya allah di kesempatan berikutnya ana akan menulis pengalaman pribadi 33 tahun terombang-ambing gangguan jin Nasab (jin khodam yang mengaku leluhur) dengan kemampuan yang pernah ana punya yang di dampingi jin nasab sebanyak 4 mahluk yang hingga hari ini membuat hidup ana terombang-ambing dalam kemusyrikan.

Wawlahi, tekad ana sudah bulat seburuk apapun kondisinya ana akan betul-betul menjauhi jin-jin nasab yang pernah membantu ana mengobati banyak orang dulu kala sebelum ana mengenal ruqyah syar’iyah.
Seburuk apapun situasinya, pasti ini jalan allah untuk membimbing ana menuju taubatan nasuha.
Ana coba amalkan ruqyah pembalik sihir ini sesuai tulisan ustad nurrudin (praktisi ruqyah dari rehab hati), berikut langkah-langkahnya:
TEHNIK MEMBALIKAN SIHIR KEPADA PENGIRIMNYA
1. Bangun dipertiga malam, saat semua orang sedang tertidur. Saat itu karena situasi panik dan bukan malam ana shalat muthlaq 2 rakaat  ba’da ashar menjelang buka (ifthar).
2. Ambil wudhu, dan duduk, bersimpuhlah dihadapan Allah yang maha gagah lalu mohonlah perlindungannya dengan membaca Ta’awudz, ayat Kursi, al Falaq dan an Nass.
3. Dirikanlah 2 rakaat ringan, dan lanjutkan shalat malam seperti biasa.
4. Di dua rakaat terakhir lakukan qunut nazilah [qunut kutukan], angkat kedua tangan dan mohonlah kepada Allah dengan air mata yang tulus, harap dan takut.

Teks bisa sama dengan qunut nazila yang dilakukan Rasulullah sholallahu alaiyhi wa sallam atau teks sendiri (ana modifikasi buat kesembuhan anak ana) : 
“Ya Allah, sesungguhnya hamba tidak tahu apa yang terjadi dengan anak hamba ini. Namun hamba yakin, hal ini terjadi karena kedzaliman hamba sebagai orang tua . Maka ampuni hamba ya Rabbi dan beri hamba kekuatan untuk memaafkan mereka yang mendzalimi anak hamba. Binasakan dan laknatlah setiap syaitan yang menyakiti jiwa dan jasad  anak hamba, sirnakan seluruh sihir, manipulasi jin nasab yang selalu berupaya menggoyahkan taubat hamba di jiwa dan jasad hamba, dan terutama anak hamba yang sekarang sedang terbaring sakit.
Duhai rabb hamba bertobat dari segala manipulasi jin-jin nasab yang pernah menjerumuskan hamba, mengganggu rumah tangga hamba, berilah hambaMu yang lemah ini bantuan kekuatan dan jalan keluar, sepenuhnya hamba yakin manipulasi para jin nasab itu lemah selemah-lemahnya”. Aamiin…
5. Ana tambahkan membaca ayat ini terus menerus (dari pondok cahaya ruqyah syar’iyyah)

ﺍَﻋُﻮْﺫ ُﺑِﺎﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴْﻊِ ﺍْﻟﻌَﻠِﻴْﻢِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻲْﻡِ 7x

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ7x
Dan Membaca ayat ini sebanyak-banyaknya
 ﺃَﻥَّ ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴْﻌًﺎ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳْﺪُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ
“Bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. AL-BAQARAH: 165.
Sambil terus memvisualisasikan dalam hati, KekuatanNya tak akan pernah di Tandingi oleh kekuatan musuh-musuh yang dilaknatiNya.
Anak ana yang lagi tertidur menahan rasa sakit, qodarullah saat adzan maghrib dikumandangkan mendekati ana di tempat ana shalat, memeluk ana sambil menangis, dia mengatakan mimpi buruk, di kerubuti 2 mahluk: 1. Perempuan dewasa, 1 mahluk anak-anak seusianya, tapi kemudian tiba-tiba datang rombongan mahluq bercahaya yang melawan 2 mahluk menakutkan tadi,  ana bilang: kamu punya Tuhan Yang Maha Gagah dan akan menolong kamu dari Mara Bahaya apapun,  ana ajarkan anak ana memegang bagian tubuhnya yang sakit lalu ana ajarkan membaca kalimat istiadzah:
A’udzu billahi minasy syaithon nir rojim
bila di hatimu hanya ada KeagunganNya.

Anak ku nangis tapi mulai terlihat segar, wajah pucatnya mulai terlihat ada darah yang mengaliri raut wajahnya tak lagi pucat pasi dan wawlahi ketika itu dia mengaku langsung merasa plong dari rasa pusingnya lalu ana buatkan teh hangat dan setelah itu meminta makan (setelah 3 hari sakit muntah-muntah, trauma untuk makan hanya minum saja) dan setelah itu langsung bermain seolah tanpa sakit sebelumnya.

Wawalhi, Demi Allah aku suka cara Engkau menolong setiap hati-hati yang Yakin bahwa Engkau adalah Dzat yang harus Di Esa-kan. LAA ILAHA ILAWLAH…LAA MA’BUDA ILAWLAH.
“Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun)”. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Semoga Allah meridhai. 30 Jun 2016 21.44.28 
(Taufan–admin blog: KataHatiGustyRandie)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s