Ketika Ramadhan Berkemas (2)

Ketika Ramadhan Berkemas (2)

​*Menangislah..*

Sebelum Ramadhan Pergi …..

Kita pernah berjanji mengkhatamkan Qur’an..

Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua beranjak dari juz awalan..

*Menangislah..*

*Menangislah..*

*Menangislah..*

*Menangislah..*

*Menangislah..*

Sebelum Ramadhan Pergi ……..

Kita pernah berjanji menyempurnakan qiyamullail yang bolong penuh tambalan..

Setelah Ramadhan di akhir hitungan, kita tak jua menyempurnakan bilangan..
*Menangislah..*

Sebelum Ramadhan Pergi ……….

Kita berdoa sejak Rajab dan Sya’ban agar disampaikan ke Ramadhan..

Setelah Ramadhan di akhir hitungan..

Ternyata masih juga tak bisa menahan dari kesia-siaan..

Ternyata masih juga tak bisa menambah ibadah sunnah..

Bahkan..

Hampir terlewat dari menunaikan yang wajib…
*Menangislah wahai saudaraku…….*

Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir..

Bahwa ada satu hamba yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena..

Sehingga Ramadhan yang mulia pun tersia-sia..
*Menangislah..*

Dan tuntaskan semuanya malam ini..

atas i’tikaf yang belum juga kita kerjakan..

atas lembaran Qur’an yang menunggu dikhatamkan..

atas lembaran mata uang yang menunggu disalurkan..

atas sholat sunnah yang menunggu jadi amal tambahan..
*Menangislah..*

Lebih keras lagi…

Karena Allah tidak menjanjikan apapun untuk Ramadhan tahun depan..

Apakah kita masih disertakan..
اعاده الله علينا و عليكم سنين بعد سنين  مقبولين لا مطرودين مجتمعين لا متفرقين  في خير ولطف وعافية برحمتك يا ارحم الراحمين
Ustadz Ahmad Ridwan, Lc, MA

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s